REPRESENTASI PERLAWANAN TOKOH PEREMPUAN DALAM DRAMA KOREA ‘WHEN LIFES GIVES YOU TANGERINES’ KARYA KIM WON-SEOK

Fikka yuliastuti, Sujarwoko Sujarwoko, Moch Muarifin

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perlawanan terhadap tokoh perempuan dalam drama Korea When Life Gives You Tangerines menggunakan teori feminisme Naomi Wolf yang mencakup kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, kemandirian perempuan, suara dan pengakuan kebenaran, serta hak-hak fundamental. Hubungan antara perlawanan dan teori yang diungkapkan oleh Naomi Wolf dalam buku Gegar Gender menjelaskan bahwa feminisme kekuasaan berperan dalam mendorong perempuan untuk saling mengakui dan mewujudkan kekuatan kolektif yang mereka miliki melawan perbedaan dan ketidakadilan. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif diterapkan untuk meneliti perlawanan perempuan menggunakan teori Naomi Wolf. Penelitian kualitatif fokus pada penyelidikan keadaan, kondisi, atau hal-hal lain yang hasilnya berupa paparan laporan penelitian. Lebih lanjutnya, penelitian ini juga menggunakan pendekatan teoritis dan metodologis. Pendekatan teoritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah feminisme kekuasaan oleh Naomi Wolf. Pendekatan ini tekanan aspek perlawanan atau perjuangan perempuan. Sementara itu, pendekatan metodologi dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan teknik deskriptif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini nantinya akan berupa deskripsi kutipan data yang relevan sebagai bukti pendukung temuan penelitian. Data yang diperoleh berasal dari observasi dan transkrip drama Korea Kim Won-Seok, When Life Gives You Tangerines, yang akan dikualifikasikan berdasarkan indikator feminisme kekuatan Naomi Wolf. Berdasarkan drama Korea When Life Gives You Tangerines yang telah dijelaskan menggunakan teori feminisme kekuatan Naomi Wolf, ditemukan bahwa berbagai tindakan perlawanan yang terkait dengan teori kekuatan tersebut sesuai. Ae-Sun menjadi sosok yang paling konsisten dalam menolak perlakuan yang tidak setuju terhadap perempuan. Tindakan Ae-Sun tidak selalu melalui perlawanan besar, namun perlawanan tersebut muncul mulai dari hal-hal sederhana secara konsisten yang mampu mencerminkan makna simbolis kebebasan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memperkuat pandangan bahwa perlawanan merupakan langkah penting bagi perempuan untuk menghadapi ketidakadilan sehingga mereka mampu mencapai kesetaraan dan semua hak dalam kehidupan sosial.

References

Aizid, R. (2024). Pangantar Feminisme. Anak Hebat Indonesia .
Ali Imron Al-Ma’ruf, & Farida Nugrahani. (2017). PENGKAJIAN SASTRA: Teori dan Aplikasi (K. Saddhono, Ed.; 1st ed.). CV. Djiwa Amarta Press.
Annatasya, & Saksono. (2021). Perlawanan Perempuan PERLAWANAN PEREMPUAN DALAM FILM NUR EINE FRAU KARYA SHERRY HORMANN: KAJIAN FEMINISME KEKUASAAN NAOMI WOLF. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/identitaet/article/view/41013/35404
Kyung, K., & Salsabila, S. (2022). Aksarabaca REPRESENTASI PERLAWANAN KEKUASAAN BUDAYA PATRIARKI DALAM DRAMA WHEN THE CAMELLIA BLOOMS.
Gultom, S. (2018). TESIS PERLAWANAN JANDA BATAK TERHADAP DOMINASI SISTEM PATRIARKI BUDAYA BATAK DI SURABAYA. https://repository.unair.ac.id/80339/
Moleong. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.
Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar Gender dan Femininisme Pemahaman Awal Kritik Sastra Feminisme. Garudhawaca.
Silva Magdalena, & Hudiyono, Y. (2021). TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL DIARY SANG MODEL KARYA NOVANKA RAJA (Vol. 5). https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB/article/view/3173
Soleh. (2021). Drama : Teori dan Pementasan . UNIPMA PRESS.
Wolf, N. (1997). Gegar Gender. Pustaka Semesta Press.

Authors

Fikka yuliastuti
fikkayuliastuti@gmail.com (Primary Contact)
Sujarwoko Sujarwoko
Moch Muarifin

Article Details