KOMPOSITUM DAN INTEGRASI LEKSIKAL SERAPAN DALAM CARPON BAHASA SUNDA

Authors

  • Arjuna Satria Dewa Bagaskara
  • Davina Dwiarini Universitas Brawijaya
  • Sausanarij Putri Winoto Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.55210/asmaraloka.v4i2.694

Keywords:

kompositum, morfologi Sunda, carpon, integrasi leksikal, kontak bahasa

Abstract

Abstract: Sebagai bahasa daerah dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia, bahasa Sunda menghadapi tekanan dari bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam ranah formal, sementara kajian morfologi yang sudah ada lebih banyak menyoroti afiksasi dan tipologi sintaksis ketimbang komposisi sebagai proses leksikal yang berdiri sendiri. Korpus carpon Majalah Manglé pun, meski sudah beberapa kali dijadikan objek kajian kebahasaan, hampir selalu didekati dari sudut representasi sosial dan gender, bukan struktur morfologis. Penelitian ini mengisi titik kosong tersebut dengan mengkaji kompositum bahasa Sunda dalam delapan carpon Majalah Manglé melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan metode agih, dengan uji sisip sebagai instrumen pembeda antara kompositum dan frasa sintaksis biasa. Sepuluh kompositum teridentifikasi dan tersebar ke dalam lima pola gramatikal, yaitu N+N, N+Adj, Det+N, V+Adj, dan V+N, dengan N+N sebagai pola dominan yang konsisten dengan kecenderungan komposisi pada bahasa-bahasa Melayu-Polinesia Barat. Dari sisi tipe semantis, delapan kompositum bersifat endosentris dan dua bersifat eksosentris. Temuan paling bernilai adalah teridentifikasinya tiga kompositum bermuatan unsur serapan dari bahasa Arab dan bahasa Indonesia yang telah mencapai integrasi morfologis penuh, sebuah pola yang konsisten dengan temuan terdahulu tentang penembusan leksikon Arab ke dalam sistem speech level bahasa Sunda. Penelitian ini menempatkan kompositum serapan bukan sebagai gejala interferensi yang mengganggu kemurnian bahasa, melainkan sebagai bukti vitalitas dan keluwesan sistem morfologis Sunda dalam merespons kontak bahasa secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-07-30