Novelty Themehttps://lp3mzh.id/index.php/asmaraloka/issue/feedASMARALOKA : Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik dan Sastra Indonesia2026-08-01T06:02:56+00:00Rif'atul Husnahhusnahryfa@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>ASMARALOKA : Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik dan Sastra Indonesia</strong> is a peer-reviewed professional journal with the editorial board of scholars mainly in applied linguistics, literature, and Indonesian language teaching. It is published by the <strong>Universitas Islam Zainul Hasan Genggong. </strong>This journal collaborates with <a href="https://drive.google.com/file/d/15Yq-ZDubrybTCFsEhSexGhXCXidNiXMd/view"><strong>Ikatan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (IPTABI)</strong></a>. The journal seeks to disseminate research to educators around the world and is published <strong>twice a year in the months of February and July</strong>. Reviewers will review any submitted paper. Review process employs a Single -blind review, which means that the reviewers identities are concealed from the authors.</p>https://lp3mzh.id/index.php/asmaraloka/article/view/683REPRESENTASI PERLAWANAN TOKOH PEREMPUAN DALAM DRAMA KOREA ‘WHEN LIFES GIVES YOU TANGERINES’ KARYA KIM WON-SEOK2026-07-14T04:52:29+00:00Fikka yuliastutifikkayuliastuti@gmail.comSujarwoko Sujarwokosujarwoko@unpkediri.ac.idMoch Muarifinmuarifin@unpkediri.ac.id<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perlawanan terhadap tokoh perempuan dalam drama Korea When Life Gives You Tangerines menggunakan teori feminisme Naomi Wolf yang mencakup kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, kemandirian perempuan, suara dan pengakuan kebenaran, serta hak-hak fundamental. Hubungan antara perlawanan dan teori yang diungkapkan oleh Naomi Wolf dalam buku Gegar Gender menjelaskan bahwa feminisme kekuasaan berperan dalam mendorong perempuan untuk saling mengakui dan mewujudkan kekuatan kolektif yang mereka miliki melawan perbedaan dan ketidakadilan. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif diterapkan untuk meneliti perlawanan perempuan menggunakan teori Naomi Wolf. Penelitian kualitatif fokus pada penyelidikan keadaan, kondisi, atau hal-hal lain yang hasilnya berupa paparan laporan penelitian. Lebih lanjutnya, penelitian ini juga menggunakan pendekatan teoritis dan metodologis. Pendekatan teoritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah feminisme kekuasaan oleh Naomi Wolf. Pendekatan ini tekanan aspek perlawanan atau perjuangan perempuan. Sementara itu, pendekatan metodologi dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan teknik deskriptif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini nantinya akan berupa deskripsi kutipan data yang relevan sebagai bukti pendukung temuan penelitian. Data yang diperoleh berasal dari observasi dan transkrip drama Korea Kim Won-Seok, When Life Gives You Tangerines, yang akan dikualifikasikan berdasarkan indikator feminisme kekuatan Naomi Wolf. Berdasarkan drama Korea When Life Gives You Tangerines yang telah dijelaskan menggunakan teori feminisme kekuatan Naomi Wolf, ditemukan bahwa berbagai tindakan perlawanan yang terkait dengan teori kekuatan tersebut sesuai. Ae-Sun menjadi sosok yang paling konsisten dalam menolak perlakuan yang tidak setuju terhadap perempuan. Tindakan Ae-Sun tidak selalu melalui perlawanan besar, namun perlawanan tersebut muncul mulai dari hal-hal sederhana secara konsisten yang mampu mencerminkan makna simbolis kebebasan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memperkuat pandangan bahwa perlawanan merupakan langkah penting bagi perempuan untuk menghadapi ketidakadilan sehingga mereka mampu mencapai kesetaraan dan semua hak dalam kehidupan sosial.</span></span></span></span></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fikka yuliastuti, Sujarwoko Sujarwoko, Moch Muarifinhttps://lp3mzh.id/index.php/asmaraloka/article/view/659CAMPUR KODE BAHASA ASING BAHASA INDONESIA GURU DAN SISWA DI SMK NEGERI 8 SAMARINDA2026-07-14T04:42:46+00:00Rosa Muthiamuthiarosa04@gmail.comMuhammad Rusydi AhmadAhmad@gmail.com<p>Fenomena campur kode bahasa Inggris dalam tuturan bahasa Indonesia sering ditemukan pada interaksi guru dan siswa di SMK Negeri 8 Samarinda. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab fenomena tersebut. Data dikumpulkan melalui teknik rekam dan catat, lalu dianalisis menggunakan metode padan pragmatik serta model SPEAKING Dell Hymes untuk memahami konteks peristiwa tutur secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bentuk campur kode dominan berupa penyisipan kata dan frasa asing, seperti <em>next, join, stop,</em> dan <em>break</em>, yang muncul dalam situasi formal maupun informal. Fenomena ini dipicu oleh faktor penutur, yakni latar belakang kebahasaan dan keinginan membangun suasana santai, serta faktor kebahasaan terkait kepraktisan istilah tertentu. Disimpulkan bahwa campur kode berfungsi sebagai strategi komunikasi untuk mempermudah penyampaian pesan dan beradaptasi dengan dinamika lingkungan pendidikan. Penggunaan unsur asing tersebut membantu menciptakan interaksi yang lebih efektif dan komunikatif dalam proses pembelajaran di sekolah.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rosa Muthia, Muhammad Rusydi Ahmadhttps://lp3mzh.id/index.php/asmaraloka/article/view/663REPRESENTASI BUDAYA MASYARAKAT SUMATERA BARAT DALAM NOVEL INYIK BALANG KARYA ANDRE SEPTIAWAN: ANTROPOLOGI SASTRA2026-07-25T03:29:56+00:00Inaya Fatul Ifainayafatulifa1717@gmail.comMulasihmulasihtary66@gmail.comOnok Yayang Pamungkasonokyayangpamungkas@gmail.comAkhmad Fauzanmasfau@gmail.com<p><strong>Abstrak:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur kebudayaan masyarakat Minangkabau dalam novel <em>Inyik Balang</em> karya Andre Septiawan melalui pendekatan antropologi sastra. Kajian ini menggunakan teori tujuh unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat, yaitu peralatan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, dan sistem religi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data berupa kutipan narasi dan dialog dalam novel yang memuat unsur kebudayaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode baca dan catat, kemudian dianalisis dengan cara mengelompokkan data sesuai kategori unsur kebudayaan dan menafsirkan maknanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh unsur kebudayaan tersebut terdapat dalam novel. Unsur yang paling dominan adalah sistem religi. Hal ini terlihat dari penggambaran kehidupan keagamaan masyarakat, keberadaan surau, praktik doa, serta kepercayaan terhadap Harimau Putih, Orang Bunian, dan konsep Alam Sebalik Mata. Novel ini juga menampilkan penggunaan bahasa Minangkabau, struktur sosial adat, serta hubungan antara adat dan agama yang saling berkaitan. Dengan demikian, <em>Inyik Balang</em> merepresentasikan kebudayaan Minangkabau secara menyeluruh, dengan penekanan kuat pada aspek religi yang menyatu dengan adat dan kehidupan sosial masyarakat.</p> <p><strong>Kata kunci</strong><em>:</em> Kebudayaa; antropologi sastra; Minangkabau; sistem religi.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 inaya fatul ifa; Mulasih, Onok Yayang Pamungkas , Akhmad Fauzanhttps://lp3mzh.id/index.php/asmaraloka/article/view/692POLA REDUPLIKASI BAHASA INDONESIA PADA BUKU KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN PELANGI KARYA NELLY MARTIN2026-07-18T03:31:28+00:00Aristi Rosiana Dewi Rosianarosianaofficial77@student.upi.eduNazwa Khoerunisa Nurjanahnkhoerunisa487@student.upi.eduSalwa Aisha Labibahsalwaaishalabibah@student.upi.eduEncep Kusumahencepkusumah@upi.edu<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses pembentukan, serta fungsi reduplikasi bahasa Indonesia dalam buku kumpulan cerpen Perempuan Pelangi karya Nelly Martin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Sumber data penelitian berupa buku kumpulan cerpen Perempuan Pelangi karya Nelly Martin yang diterbitkan oleh PT Grasindo tahun 2014. Data penelitian berupa satuan kebahasaan yang mengandung proses reduplikasi, meliputi reduplikasi utuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi perubahan bunyi, dan reduplikasi dasar berafiks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, teknik catat, dan teknik klasifikasi data. Analisis data menggunakan metode agih dan metode padan untuk mengidentifikasi bentuk dasar, proses pembentukan, serta fungsi penggunaan reduplikasi dalam teks sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi utuh sebesar 57,1% merupakan bentuk yang paling dominan ditemukan dalam buku cerpen Perempuan Pelangi karya Nelly Martin. Ditemukan pula reduplikasi sebagian 1,7%, reduplikasi perubahan bunyi 9,2%, serta reduplikasi dasar berafiks dengan prefiks ber-, meN-, ter-, berkonfiks ber-an, se-nya, berkonfiks me-kan dan me-i, serta bersufiks -an 31,9%. Penggunaan reduplikasi dalam cerpen tidak hanya berfungsi secara gramatikal, tetapi juga memiliki fungsi estetis dan ekspresif untuk memperkuat suasana, penegasan makna, intensitas tindakan, serta penggambaran emosi tokoh dalam cerita.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Aristi Rosiana Dewi Rosiana, Nazwa Khoerunisa Nurjanah, Salwa Aisha Labibah, Encep Kusumahhttps://lp3mzh.id/index.php/asmaraloka/article/view/664ANALISIS GAYA BAHASA DALAM LAGU-LAGU SAL PRIADI DAN PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN PUISI DI SMA2026-07-25T03:48:20+00:00Najwa Cintaninajwacintani@gmail.comIsnaeni Praptantiisnaenipump@gmail.comSukirnosukirnopwt56@gmail.comLaily Nurlinalailynurlina@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan gaya bahasa dalam lagu-lagu karya Sal Priadi serta pemanfaatannya dalam pembelajaran puisi di kelas X SMA. Penelitian difokuskan pada tiga lagu, yaitu <em>Dari Planet Lain</em>, <em>Gala Bunga Matahari</em>, dan <em>Mesra-mesranya Kecil-kecilan Dulu</em>. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat dalam lirik lagu yang mengandung gaya bahasa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Sal Priadi mengandung beberapa jenis gaya bahasa, seperti metafora, hiperbola, personifikasi, simbolik, simile, antitesis, repetisi, dan emotif. Penggunaan gaya bahasa tersebut berfungsi memperkuat makna dan menambah nilai estetis pada lirik lagu. Selain itu, lagu-lagu Sal Priadi dinilai sesuai digunakan sebagai media pembelajaran puisi karena bahasanya puitis dan dekat dengan pengalaman siswa. Dengan demikian, lagu-lagu Sal Priadi memiliki nilai sastra dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran puisi di SMA.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Najwa Cintani; Isnaeni Praptanti , Sukirno, Laily Nurlinahttps://lp3mzh.id/index.php/asmaraloka/article/view/682STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH PADA FILM THE ARCHITECTURE OF LOVE KARYA TEDDY SOERIAATMADJA2026-07-25T04:58:22+00:00Adinda Ameliaadindameliaan67@gmail.comAndri Pitoyoandripitoyo@unpkediri.ac.idMoch Muarifinmuarifin@unpkediri.ac.id<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kepribadian Karakter dalam film The Architecture of Love karya Teddy Soeriaatmadja menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego. Pemilihan film dalam penelitian ini didasarkan pada keunikan dan keunggulannya. Film ini menampilkan kualitas visual yang menarik dan menggunakan Kota New York sebagai latar utama, sehingga memberikan nilai estetika tersendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggali data yang mendalam dan bermakna serta sesuai dengan judul dan fokus penelitian. Lebih lanjut, penelitian ini juga menggunakan pendekatan teoretis, yaitu psikologi sastra, untuk meneliti struktur kepribadian karakter dalam film menggunakan teori Sigmund Freud. Serta pendekatan metodologis yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik deskriptif. Data penelitian diperoleh dari transkrip film, kemudian diklasifikasikan menurut fokus analisis, yaitu struktur kepribadian id, ego, dan superego. Melalui data yang menampilkan struktur kepribadian id, ego, dan superego pada setiap karakter, ditemukan bahwa ketiga struktur tersebut dimiliki oleh setiap karakter kecuali Diaz. Hal ini karena Diaz adalah tokoh bawahan dan tidak sering muncul dalam cerita. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian berjudul "Kepribadian Karakter dalam Film Arsitektur Cinta karya Teddy Soeriaatmadja" menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara struktur kepribadian id, ego, dan superego pada setiap karakter. Melalui penggunaan teori struktur kepribadian ini, terlihat bahwa setiap manusia memiliki sifat yang berubah-ubah. Id menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi segera. Ego menggambarkan bahwa id dapat dikendalikan sehingga dapat bertindak sesuai dengan kenyataan. Sementara itu, superego berperan sebagai pengingat kontrol nilai-nilai moral pada manusia. Melalui film ini, Teddy Soeriaatmadja mengajak kita untuk merasakan emosi para tokoh melalui kepribadian yang dinamis.</span></span></em></p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Adinda Amelia, Dr. Andri Pitoyo, M.Pd., Dr. Moch Muarifin, M.Pd.https://lp3mzh.id/index.php/asmaraloka/article/view/671ANALISIS KOGNISI SOSIAL DAN KONTEKS SOSIAL PADA LAGU MENTERI DURMAGATI2026-07-26T01:25:51+00:00Farhana Cahya Amalina Widagdofarhanawidagdo421@gmail.comHotma SimanjuntakSimanjuntak@gmail.comPatriantoro PatriantoroPatriantoro3@gmail.comIntan YustinaYustina@gmail.com<p>This study aims to describe social cognition and social context in the song “Menteri Durmagati” by Andry Deblenk based on the Critical Discourse Analysis model developed by Teun A. van Dijk. This study employs a qualitative method using a Critical Discourse Analysis approach focused on aspects of social cognition and social context. The research data consists of the lyrics of the song “Menteri Durmagati,” while data collection was conducted through the listen-and-note technique. Data analysis was performed by identifying, classifying, and describing the forms of social cognition and social context contained within the song’s lyrics. The research findings indicate that, regarding social cognition, the songwriter presents a critical perspective on corrupt officials who are power-hungry, fond of image-building, engage in nepotism, and abuse their positions for personal gain. The author also demonstrates an understanding of organized corruption practices, budget manipulation, weak legal oversight, and the hedonistic culture of the political elite. Meanwhile, regarding the social context, the song portrays societal conditions marked by bureaucratic corruption, a culture of collective corruption, poor development quality, the phenomenon of officials’ self-promotion on social media, nepotism, and weak law enforcement. The use of Javanese ngoko, humor, satire, and wayang symbols makes the social critique in the song more relatable to the public and easy to understand. Thus, the song “Menteri Durmagati” serves not only as entertainment but also as a medium for social criticism that reflects the public’s concerns regarding the abuse of power and the moral conduct of public officials.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Farhana Cahya Amalina Widagdo, Hotma Simanjuntak, Patriantoro Patriantoro, Intan Yustina