Novelty Theme https://lp3mzh.id/index.php/jhki/issue/feed As-Sakinah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2026-07-28T11:15:13+00:00 Hawa Hidayatul Hikmiyah hawahidayatulhikmiyah@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>As-Sakinah: Jurnal Hukum Keluarga Islam</strong> is a peer-reviewed professional journal with a board of editors consisting of experts in the fields of Marriage Age Limit, Marriage Impact, Mawaris Jurisprudence, Munakahat Jurisprudence. This journal is published twice a year, namely in <strong>February and August</strong> by the Hukum Keluarga Islam Study Program, Faculty of Syari'ah, Zainul Hasan Islamic University Genggong Probolinggo, ISSN (Print) 3025-1400 E-ISSN (Online): 3025-1419. As-Sakinah aims to be a forum for academic discussion on the development of Islamic Family Law and gender issues. The journal is intended to contribute to the old (classical) debates and ongoing developments of Islamic Family Law and gender issues regardless of time, region, and media in both theoretical and empirical studies. Reviewers will review each submitted paper. The review process uses double-blind review, which means that the identities of the reviewers and authors are kept confidential from the reviewers, and vice versa.</p> https://lp3mzh.id/index.php/jhki/article/view/686 Strategi komunikasi interpersonal dalam bimbingan perkawinan bagi peningkatan kesiapan calon pengantin menuju keluarga sakinah di KUA Kecamatan Ciputat 2026-07-14T05:00:51+00:00 Nasichah Nasichah nasichah@uinjkt.ac.id Jihan Amalia Zahra amalia.zhra021@gmail.com Muhammad Irfan Affandi Irf121001@gmail.com <p class="Abstrak"><span style="font-family: 'Times New Roman',serif;">Tingginya angka perceraian di Indonesia menunjukkan pentingnya kesiapan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui program bimbingan perkawinan yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi interpersonal penyuluh agama dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan di KUA Kecamatan Ciputat untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin menuju keluarga sakinah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu orang penyuluh agama dan lima orang calon pengantin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan penyuluh agama meliputi keterbukaan, sikap positif, dukungan, empati, dan kesetaraan. Kelima aspek tersebut membantu calon pengantin memahami kehidupan rumah tangga, meningkatkan kesiapan mental dan emosional, serta membangun kemampuan komunikasi dengan pasangan. Dengan demikian, komunikasi interpersonal yang efektif berperan dalam meningkatkan kesiapan calon pengantin menuju keluarga sakinah.</span></p> 2026-07-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nasichah, Jihan, Irfan https://lp3mzh.id/index.php/jhki/article/view/695 Perceraian sebagai emergency exit bagi perempuan: Studi putusan Pengadilan Agama Kota Bekasi 2026-07-20T03:34:50+00:00 Tazkiah Ashfia tazkiah@unusia.ac.id Zaskia Irma Shofiah irmashofiah.z@gmail.com <p>Meningkatnya dominasi cerai gugat di Indonesia menunjukkan bahwa perceraian tidak lagi dipahami semata sebagai kegagalan perkawinan, tetapi juga sebagai mekanisme perlindungan hukum bagi perempuan dalam relasi rumah tangga yang tidak lagi memberikan kemaslahatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perceraian sebagai <em>emergency exit</em> bagi perempuan melalui perspektif <em>maqāṣid al-syarī'ah</em>, <em>Feminist Legal Theory</em>, dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus terhadap lima putusan cerai gugat Pengadilan Agama Kota Bekasi yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik berkepanjangan, penelantaran nafkah, kekerasan, dan kegagalan menjalankan kewajiban rumah tangga menyebabkan perkawinan kehilangan fungsi perlindungannya. Analisis ketiga perspektif menunjukkan bahwa perceraian merupakan mekanisme perlindungan hukum yang ditempuh sebagai <em>last resort</em>, bukan sebagai normalisasi terhadap perceraian. Dengan demikian, konsep <em>emergency exit</em> memperkaya konstruksi hukum perceraian sebagai instrumen perlindungan perempuan dalam praktik peradilan agama.</p> 2026-08-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Tazkiah Ashfia, Zaskia Irma Shofiah